Akhlak Terpuji. Islam mengajarkan sejumlah akhlak terpuji yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, berbuat baik kepada orang tua, memuliakan tetangga, berbuat adil, jujur, memaafkan, murah hati, dan menghindari perilaku yang buruk seperti dusta, iri hati, dan hasad (iri dengki).
Akhlak kepada orang tua menjadi suatu hal yang wajib bagi anak. Pentingnya menjaga akhlak anak kepada orang tua. Sebab, ada banyak kebaikan yang telah orang tua berikan. Setiap orang tua akan mengasuh, mendidik, serta membesarkan tanpa pamrih. Menurut agama Islam, terdapat perintah menghormati orang tua menjadi suatu kewajiban bagi anak. Perilaku sopan santun adalah tingkah laku seseorang yang berlaku secara turun-temurun sesuai Sikap sopan santun itu tidak hanya ditujukan kepada orang tua dan guru, akan tetapi ditujukan kepada orang yang lebih tua seperti kakak kandung sendiri. jabatan, ilmu pengetahuan, atau kekayaan pada hal-hal yang tidak terpuji dan tidak sesuai
Bayangkan saja, jika kepada bos atau pimpinan saja kita selalu berusahan sopan meski kadang terkesan basa-basi. Seharusnya kita juga dapat bertutur kata lembut dan sopan kepada orang tua. Terkadang kita menemui anak-anak yang selalu berkata kasar kepada orang tua mereka dengan cara berteriak atau menggunakan kata-kata yang tidak pantas. 2.
Perilaku terpuji akan tergambar dalam akhlak. Akhlak terpuji artinya sifat atau perilaku baik yang dimiliki seseorang.1[1] Perilaku baik tersebut dapat menjadikan manusia disukai dan dicintai oleh orang lain, sehingga diri seseorang akan menjadi teladan kebaikannya bagi orang lain. Adab kepada orang tua yang sudah meninggal dunia tentunya 2.6 Menunjukkan perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru, dan berempati terhadap sesama dalam kehidupan seharihari 3.6 Memahami makna hormat dan patuh kepada kedua orang tua dan guru, dan empati tua, serta menghormati guru merupakan perilaku terpuji yang harus dijunjung tinggi agar kita menjadi manusia yang sempurna.
Durhaka kepada kedua orang tua ('uququl walidain) artinya ialah tidak menaatinya, memutuskan hubungan dengan keduanya, dan tidak berbuat baik kepada keduanya (Lisanul 'Arab, karya Ibnul- Manzhur).Meskipun disebut walidain (kedua orang tua), tetapi durhaka kepada salah seorang di antaranya (ayah atau ibu) tetap tergolong pada anak durhaka. Dalam hadis, ditemukan beberapa penjelasan tentang
Guru meminta peserta didik menceritakan pengalamannya tentang bersikap sayang kepada orang tua. Orang tua/wali memberikan komentar terhadap hasil narasi cerita pengalaman mereka. Guru juga menyampaikan perkembangan perilaku terpuji peserta didiknya. Hal ini dilakukan untuk menjalin komunikasi dan meningkatkan kerjasama yang baik antara guru dan
fRZV5.
  • qrt00srxqv.pages.dev/406
  • qrt00srxqv.pages.dev/143
  • qrt00srxqv.pages.dev/61
  • qrt00srxqv.pages.dev/261
  • qrt00srxqv.pages.dev/261
  • qrt00srxqv.pages.dev/268
  • qrt00srxqv.pages.dev/45
  • qrt00srxqv.pages.dev/274
  • perilaku terpuji kepada orang tua